topmetro.news, Medan – Polemik penebangan ribuan pohon akibat pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Medan kembali mendapat sorotan dari DPRD Kota Medan.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Medan Dr M Afri Rizki Lubis SM MIP meminta Dinas Lingkungan Hidup memberikan penjelasan secara terbuka terkait proses penebangan hingga penggantian pohon.
Rizki menilai, hingga saat ini masyarakat masih membutuhkan kejelasan mengenai pihak yang bertanggung jawab atas penebangan pohon dan pelaksanaan penanaman pohon pengganti.
“DLH Kota Medan harus transparan dan tidak terkesan melepaskan tanggung jawab ketika masyarakat mempertanyakan penebangan pohon akibat pembangunan BRT,” ujar Rizki Lubis, Kamis (6/8/2026).
Politisi Partai NasDem itu mengatakan, sebelumnya DLH Kota Medan menyebut penebangan sebanyak 2.788 pohon dilakukan oleh kontraktor pelaksana proyek BRT. Sebagai kompensasi, kontraktor diwajibkan menanam 61.170 pohon baru di sejumlah lokasi di Kota Medan serta melakukan perawatan selama satu tahun.
Namun, kata Rizki, muncul kembali informasi bahwa hingga Juli 2026 DLH Kota Medan telah melakukan penanaman 1.792 pohon pengganti bersama pihak terkait sebagai bentuk tanggung jawab Pemko Medan terhadap lingkungan.
Perbedaan penjelasan tersebut, menurutnya, perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.
“Harus dijelaskan secara pasti, apakah penanaman pohon pengganti menjadi tanggung jawab kontraktor atau Pemko Medan. Jangan sampai masyarakat menerima informasi yang berbeda-beda,” katanya.
Rizki juga meminta DLH Kota Medan menjelaskan keberadaan kayu hasil penebangan pohon di sejumlah ruas jalan yang terdampak pembangunan BRT.
“Masyarakat tentu ingin tahu ke mana kayu-kayu dari pohon yang ditebang tersebut. Apakah dimanfaatkan, dilelang, atau memiliki nilai ekonomi lainnya. Semua harus dijelaskan secara terbuka,” tegasnya.
Menurut Rizki, pembangunan transportasi modern seperti BRT memang diperlukan untuk mendukung mobilitas masyarakat. Namun, aspek lingkungan tetap harus menjadi perhatian utama agar pembangunan berjalan seimbang.
Ia berharap DLH Kota Medan dapat memberikan informasi lengkap terkait penebangan, pengelolaan kayu, serta progres penanaman pohon pengganti sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pembangunan BRT tetap terjaga.
Diketahui, penebangan pohon untuk mendukung pembangunan BRT sebelumnya dilakukan di sejumlah ruas jalan, seperti Jalan Gatot Subroto dan Jalan Sisingamangaraja. Saat ini, penebangan juga mulai berlangsung di kawasan Jalan TB Simatupang.
reporter | Thamrin Samosir

